Berikut adalah beberapa kesaksian dari para alumni KEP, dan apabila kesaksian anda belum tampil di web ini silahkan kirimkan kesaksian anda ke kepsantoalbertus@gmail.com
- Freedy Marsetya
- fredy.marsetya@gmail.com
- Lingkungan Aloysius 4
- KEP menjadi berkat bagi kehidupan rohani saya, hidup saya sudah diubah total meskipun melalui jatuh bangun. Dengan mengikuti KEP jadi tambah saudara sehingga semakin semangat untuk melayani sesama... Mari bergabung dengan KEP !
- Antonius Windarto
- No email
- Yohanes 2
- Kondisi ekonomi bukang penghalang... Untuk ikut KEP kendala ekonomi bukan penghalang, karena Tuhan sendiri yang akan menunjuk saudara sebagai pewarta. Bila kita menyambut undangan dari Tuhan tersebut... luar biasa ! Tuhan sudah menyediakan semuanya. Saya ini termasuk orang yang kurang mampu secara ekonomi. Kehidupan saya sehari hari saya gantungkan sebagai tukang odong-odong. Namun Tuhan telah menunjuk saya ikut KEP dan Tuhan sudah mengirimkan seorang donatur buat saya ! Kalau anda lebih mampu dari saya kenapa tidak sanggup sebagai pewarta ?
- Asia Monica S
- asia.monica@rocketmail.com
- Santa Clara
- Saya adalah ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja dan selalu dengan kesibukan yang itu- itu saja. Kondisi tersebut kadang membuat saya jenuh... bahkan kadang-kadang mendekati STRESS. Mengapa saya bilang mendekati STRESS ? Karena kesalahan kecil yang dilakukan oleh anak-anak bisa membuat saya begitu marah luar biasa... sehingga kadang saya seperti tidak mengenal diri saya sendiri, walau sesudah itu saya malu sekali dan sangat menyesal. Kondisi tersebut berubah setelah saya mengikuti KEP ( Kursus Evangelisasi Pribadi ). Saya ikut KEP semula hanya iseng untuk mengisi waktu, TAPI sekali lagi luar biasa.... perubahan yang saya dapatkan. Saya percaya semua itu adalah campur tangan Tuhan Yesus. Kini saya begitu ADEM atau istilah anak saya "saya kalem sekali" . Sekarang saya dalam setiap tindakan penuh dengan kasih, sabar.... bahkan amarah adalah tabu bagi saya. Saya lebih bisa menahan diri baik kepada anak maupun suami serta keluarga. Saya lebih baik diam dari pada menyakiti keluarga saya, saya juga semakin rajin berdoa, membaca kitab suci dari pada membuang waktu untuk hal hal yang kurang bermanfaat. Oleh sebab itu saudara-saudaraku mari kita mengikuti KEP... saya sudah mengalami manfaatnya yang luar biasa dan sekarang giliran saudara saudariku yang terkasih, biar kita semua dijamah dengan kasih Tuhan kita Yesus dan bantuan doa Bunda Maria terkasih kita agar senantiasa kita selalu diberkati Tuhan.
- Wulan
- wulanbrilliant@ymail.com
- Tak Ada Waktupagi hari, Aku menunggumu berbicara kepada-Ku
namun kamu bangun terlambat dan cepat-cepat berangkat untuk
menyelesaikan tugasmu
TAK ADA WAKTU!
ketika kamu sibuk di tempat pekerjaanmu
hingga waktu makan pun kamu tampak cepat-cepat
Aku menunggumu dan berharap kamu memanggil nama-Ku
TAK ADA WAKTU!
malam hari, Aku menunggumu kembali
berharap supaya kamu berbicara kepada-KU
namun kamu cepat-cepat pergi tidur karena pekerjaan
dan kegiatan sehari-hari
TAK ADA WAKTU!
hari minggu, Aku menunggumu di dalam gereja
namun kamu tidak datang ke gereja dimana Aku menunggumu
malahan Aku melihatmu bersama teman-temanmu bercanda ria
kadangkala bermalas-malasan
TAK ADA WAKTU!
saat harinya dimana pintu surga terbuka bagi orang kudus
Aku melihatmu giliranmu masuk
sampai di pintu, Aku bertanya,
"siapa namamu ?"
Aku mencari namamu sampai pada halaman terakhir buku catatan-Ku
"kamu tidak bisa masuk !"
kamu pun berkata,
"Tuhan, mengapa namaku tidak Kau catat ?"
tapi Ku jawab,
"maaf anak-Ku,


0 comments:
Post a Comment